JAKARTA – Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Makassar Perseroda terus mengukuhkan perannya sebagai pilar ekonomi lokal.
Tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran dividen yang konsisten kepada Pemerintah Kota Makassar dalam empat tahun terakhir.
Direktur Utama PT BPR Kota Makassar Perseroda, Qurani Masiga, dalam sesi presentasi daring bersama Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Kamis (22/01/2026) memaparkan, bahwa performa impresif ini adalah buah manis dari transformasi fundamental yang menyentuh aspek tata kelola (good corporate governance), manajemen risiko, hingga kepatuhan regulasi.
Qurani menenkankan, perjalanan menuju titik ini tidaklah instan. BPR Kota Makassar, kata dia, pernah melewati masa-masa sulit. Sebelumnya dikenal sebagai PD BPR Kota Madya Ujung Pandang (PD BPR KMUP), perseroan sempat mencatatkan kerugian kumulatif sebesar Rp5,7 miliar pada periode 2019-2021. Kondisi tersebut bahkan membuat bank masuk dalam status pengawasan khusus oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami menghadapi tekanan keuangan dan operasional yang sangat besar saat itu. Namun, sejak manajemen baru mulai bertugas pada 2019, kami fokus pada pembenahan fundamental,” jelas Qurani.
Langkah strategis diambil dengan mengubah bentuk badan hukum menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada 29 September 2021. Perubahan nama menjadi PT BPR Kota Makassar Perseroda menjadi titik balik penting. Pasca-transformasi tersebut, perseroan berhasil keluar dari status pengawasan khusus OJK dan mulai mencatatkan tren laba positif sejak tahun 2022.
Di bawah kepemimpinan manajemen baru, BPR Kota Makassar semakin aktif menjalankan fungsi intermediasi. Penyaluran kredit difokuskan pada sektor produktif untuk memacu perputaran ekonomi di Sulawesi Selatan, khususnya bagi pelaku UMKM. Bank juga menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai instansi, seperti rumah sakit daerah dan SKPD di lingkup Pemkot Makassar, untuk menjaga kualitas kredit melalui nasabah dari kalangan ASN.
Menariknya, reputasi bank yang kian sehat kini mengundang kepercayaan dari sesama lembaga perbankan. Saat ini, sejumlah BPR dari wilayah Bali, Jawa Barat, Kalimantan, hingga Sulawesi Tengah mulai menempatkan dana mereka di BPR Kota Makassar.
“Kepercayaan dari sesama BPR ini adalah indikator valid bahwa tata kelola dan kondisi keuangan kami telah membaik. Dana tersebut kami kelola secara prudent (hati-hati) untuk mendukung likuiditas dan penyaluran kredit yang berkualitas,” tambah Qurani.
Menatap masa depan, PT BPR Kota Makassar Perseroda berkomitmen untuk tetap menjadi lembaga keuangan yang profesional dan berdaya saing. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan literasi perbankan serta memperluas akses keuangan bagi masyarakat luas.
“Tantangan ke depan tidak akan mudah, namun dengan dukungan penuh pemegang saham dan kepercayaan masyarakat, kami optimis dapat terus tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan Kota Makassar,” pungkasnya.
Dengan rekam jejak kebangkitan yang solid, BPR Kota Makassar kini menjadi rujukan nyata bagaimana sebuah BUMD mampu bertransformasi dari kondisi kritis menuju entitas yang sehat dan berkontribusi besar bagi daerah.






