JAKARTA – Tak bisa dipungkiri, sektor perbankan daerah turut terkena imbas bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Tengah hingga Utara.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan terdapat empat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang kini berstatus dalam proses likuidasi akibat terdampak bencana tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Farid Azhar Nasution, dalam Konferensi Pers Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS di Kantor Pusat LPS, Pacific Century Place, Kamis (22/1/2026) malam. Keempat bank tersebut berlokasi di tiga provinsi terdampak, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Dari keempat lembaga keuangan tersebut, Farid mengungkapkan bahwa satu bank di Takengon, Aceh, mengalami dampak yang paling signifikan. Kerusakan atau kendala operasional di lokasi tersebut menjadi prioritas penanganan bagi tim LPS.
“Kami sedang menangani empat bank, namun yang paling serius adalah yang berada di Takengon, Aceh. Kami terus berupaya melakukan pemulihan agar layanan nantinya kembali dapat diakses dan proses (administratif serta penjaminan) tetap bisa berjalan normal seperti sedia kala,” jelas Farid.
Menanggapi tekanan ekonomi yang dialami perbankan di zona bencana, LPS tidak hanya fokus pada proses likuidasi, tetapi juga tengah menyiapkan langkah-langkah penyelamatan dan stimulus. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyatakan bahwa pihaknya sedang mengkaji skema relaksasi khusus bagi perbankan di daerah terdampak.
“Kami sedang melakukan kajian mendalam terkait pemberian relaksasi bagi bank daerah dan BPR yang terkena dampak langsung di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ketentuan dan bentuk relaksasi ini akan kami umumkan secara resmi pada waktu yang tepat,” terang Anggito.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas sistem perbankan di daerah bencana serta memberikan ruang bagi pelaku industri keuangan lokal untuk pulih dan tetap melayani kebutuhan finansial masyarakat di tengah masa sulit.






