Bank Kulon Progo Masuk Pasar Sentolo Lama Edukasi Bahaya Pinjol dan Rentenir, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

KULON PROGO JATENG – Di tengah maraknya ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal dan praktik rentenir yang kian meresahkan, PT BPR Bank Kulon Progo (Perseroda) mengambil langkah proaktif dengan terjun langsung ke tengah masyarakat.

Melalui program inovatif bernama “Gebrak Pasar”, bank milik pemerintah daerah ini menyambangi para pedagang dan pengunjung di Pasar Sentolo Lama pada Senin (5/1/2026).

Bukan sekadar sosialisasi biasa, namun kegiatan ini menjadi upaya masif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di akar rumput.

Direktur Utama PT BPR Bank Kulon Progo, Joko Purnomo, menjelaskan bahwa misi utama “Gebrak Pasar” adalah membentengi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, agar lebih bijak dalam mengelola perputaran uang mereka.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama para pedagang pasar, memiliki pemahaman yang kuat tentang tata kelola keuangan. Target kami jelas: mereka harus mampu menjauhi jeratan rentenir, waspada terhadap pinjol ilegal, hingga menghindari bahaya judi online yang merusak ekonomi keluarga,” tegas Joko Purnomo di sela-sela kegiatan.

Dalam aksi lapangan ini, Bank Kulon Progo mengerahkan sedikitnya 30 personel yang bergerak menyisir lorong-lorong pasar. Mereka berdialog langsung dengan warga untuk memberikan edukasi mengenai perbedaan mencolok antara lembaga keuangan resmi dan ilegal. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah jeratan bunga tinggi dari rentenir atau pinjol tidak resmi yang sering kali mencapai 10% per bulan dengan jangka waktu pelunasan yang sangat mencekik.

Sebagai solusi nyata, Joko Purnomo membandingkan bahwa produk perbankan resmi menawarkan skema yang jauh lebih meringankan dan manusiawi.

“Sebagai perbandingan, produk resmi perbankan kami menawarkan bunga hanya di kisaran 0,5% per bulan. Tidak hanya itu, jangka waktunya pun sangat fleksibel hingga 84 bulan, sehingga tidak mengganggu arus kas para pedagang,” tambahnya.

Program “Gebrak Pasar” ini merupakan agenda rutin yang direncanakan menyasar sekitar 20 pasar tradisional di seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo secara bergilir.

Langkah strategis ini pun mendapat dukungan penuh dari Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, yang hadir langsung di Pasar Sentolo Lama. Kehadiran orang nomor satu di Kulon Progo tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa program Super KerisKu—sebuah layanan pinjaman modal dari Bank Kulon Progo—benar-benar tersampaikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Agung Setyawan menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen penuh dalam menyediakan akses permodalan yang aman, legal, dan terjangkau bagi rakyatnya. Menurutnya, program Super KerisKu adalah jawaban pemerintah atas keresahan masyarakat yang selama ini merasa terjepit oleh bunga pinjaman tidak resmi.

“Saya hadir di sini untuk menjamin bahwa program Super KerisKu berjalan dengan baik. Besar harapan saya, layanan ini diterima luas sebagai solusi pinjaman modal utama bagi warga, sekaligus menjadi tameng untuk mengantisipasi maraknya praktik rentenir di pasar-pasar kita,” ujar Bupati Agung.

Menutup kegiatannya, Bupati berharap kemudahan akses perbankan ini dapat menjaga stabilitas ekonomi para pedagang tanpa harus dihantui rasa takut akan utang yang membengkak. Beliau mengajak seluruh pedagang untuk memanfaatkan fasilitas tersebut demi kesejahteraan bersama.

“Nggih, layanan ini namanya Super KerisKu. Monggo, bapak dan ibu pedagang di pasar tradisional silakan dimanfaatkan. Kami ingin membantu agar jangan sampai ada lagi yang terjerat rentenir. Semoga program ini membawa berkah dan manfaat bagi kemajuan ekonomi masyarakat Kulon Progo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *