Diikuti 107 Masjid, Sragen MasjidPreneur Fest 2025 Jadikan Masjid Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat

SRAGEN JATENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen Jawa Tengah, mendukung penuh Penyelenggaraan “Lomba Rancangan Bisnis Masjid se-Kabupaten Sragen – Masjid Berdaya, Ekonomi Berjaya”.

Kegiatan ini menjadi sejarah baru yang diukir Pemkab Sragen dalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat.

Berangkat dari semangat kolaborasi yang kuat, “Sragen MasjidPreneur Fest 2025 – Masjid Berdaya, Ekonomi Berjaya” resmi diluncurkan sebagai ajang akbar yang bertujuan mentransformasi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak kewirausahaan dan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif monumental ini digagas melalui sinergi strategis antara Bank Syariah Sragen, DKM Masjid Al Falah Sragen, Baznas Kabupaten Sragen, Kementerian Agama Kabupaten Sragen, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sragen, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

Semangat Membara dari Seluruh Penjuru Sragen

Respon terhadap kompetisi ini sungguh luar biasa. Seleksi awal proposal bisnis berbasis masjid ini diikuti oleh 107 peserta yang antusias dari seluruh penjuru Sragen.

Acara dibuka dengan sesi pembekalan inspiratif bagi para takmir dan pengaju proposal bisnis, yang menjadi fondasi bagi mindset masjid visioner. Materi yang disampaikan meliputi:

  1. Penguatan Kolaborasi Masjid oleh Fakhruddin Nur, Direktur Utama Bank Syariah Sragen.
  2. Mindset Takmir Masjid Visioner oleh Ketua Takmir Masjid Al Falah, Ust. Kusnadi & Ust. M. Alan Putra Irawan.
  3. Arah Gerak Kemasjidan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Sragen, Dr. Nur Salim.
  4. Pemahaman Masjid Berdaya & Masjid Canvas Plan oleh Ust. Lutfan, Lc.

Harapan Besar: Masjid sebagai Ecosystem Builder

Dalam sesi pembekalan, Fakhruddin Nur selaku Dirut Bank Syariah Sragen menyampaikan harapan besarnya. Ia menekankan bahwa ajang ini adalah momentum untuk mendorong setiap masjid di Sragen menumbuhkan semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan pemuda masjid.

“Kami berharap lomba ini menjadi awal, masjid tidak hanya ramai oleh jamaah, tetapi juga mampu menebar manfaat ekonomi nyata bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Setiap masjid didorong untuk merancang dan mewujudkan ide bisnis yang impactful,” ujar Fakhruddin Nur.

Perjalanan Intensif Menuju Grand Final

Dari 107 ide bisnis yang masuk, akan dipilih 50 gagasan terbaik untuk melaju ke tahap bootcamp. Di sini, mereka akan menerima pelatihan dan pendampingan intensif dari tim ahli, termasuk Masjid Al Falah, Bank Syariah Sragen, Sekolah Bisnis Sragen (SBS), dan Dewan Masjid Indonesia, untuk menyempurnakan rancangan bisnis.

Puncak acara adalah Grand Pitching Final Sragen MasjidPreneur Fest 2025, di mana 10 finalis terbaik akan mempresentasikan ide mereka di hadapan publik dan dewan juri profesional.

Pendanaan dan Komitmen Keberlanjutan

Para pemenang akan menerima hadiah berupa pendanaan usaha produktif, yang akan dikelola sepenuhnya sebagai aset masjid.

Yang paling krusial, setiap tim pemenang akan mendapatkan pendampingan dan monitoring langsung oleh DMI, SBS, dan Bank Syariah Sragen. Komitmen ini memastikan program usaha berjalan dengan prinsip amanah, transparansi, dan keberlanjutan, serta memberikan manfaat nyata.

Meskipun proposal bisa diajukan atas nama pribadi, seluruh pelaksanaan dan realisasi bisnis akan dijalankan atas nama masjid, menegaskan bahwa ini adalah gerakan kolektif untuk kemakmuran umat.

Bank Syariah Sragen menegaskan siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya—mulai dari Pemda, lembaga keuangan syariah, filantropi, hingga komunitas sosial—untuk bersama-sama membangun ekosistem kemakmuran berbasis masjid di Sragen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *