Tingkatkan Kesejahteraan Petani, BPR dan BKK Jateng Perkuat Ketahanan Pangan

SEMARANG JATENG – Dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Tengah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Kredit Kecamatan (BKK) Jawa Tengah mengambil langkah konkret, dengan membangun ekosistem pertanian yang komprehensif. Tak hanya menyediakan modal, tetapi juga memastikan hasil panen terserap pasar.

Direktur BPR Jateng, Koesnanto, menjelaskan bahwa program ini telah dimulai dengan pendampingan kepada 2.000 petani cabai di Kota Magelang. Para petani menerima modal sebesar Rp16,8 juta hingga Rp17 juta per orang dengan bunga ringan.

Skema pembayaran kredit dilakukan setelah panen, lengkap dengan asuransi, sehingga memberikan rasa aman dan menjamin keberlanjutan usaha.

Koesnanto menyebut, ekosistem di Magelang melibatkan berbagai pihak, seperti koperasi petani, BKK Jateng, dinas terkait, dan penyedia asuransi. Mereka juga menyediakan off-taker (penjamin pembeli) agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik.

“Ekosistem yang dibentuk di Magelang ini melibatkan koperasi petani, BKK Jateng, dinas terkait, dan asuransinya. Kita carikan off taker juga, sehingga hasil pertaniannya bisa terserap,” katanya di sela audiensi dengan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (27/8/2025).

Model pendampingan yang sukses ini akan diperluas ke beberapa wilayah lain, termasuk Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung. BPR Jateng berfokus pada komoditas strategis seperti cabai untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, langkah BPR BKK Jateng ini sangat positif dan mampu memperkuat ketahanan pangan. Ia berharap, pola serupa dapat diterapkan di seluruh daerah di Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *