Gerakkan Ekonomi Rakyat, BPR BKK Kebumen Salurkan Kredit Rp237 Miliar kepada 6.569 Nasabah

KEBUMEN – PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Kebumen, Jawa Tengah.

Untuk memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit di berbagai sektor, PT BPR BKK telah menyalurkan kredit sebesar Rp237,25 miliar kepada 6.569 nasabah, yang secara signifikan mendukung pertumbuhan berbagai sektor usaha.

Hal tersebut disampaikan  Direktur PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, dalam jumpa pers sekaligus buka puasa bersama yang digelar di kantornya Rabu, 19 Maret 2025.

Sutrisno menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah.

“Hingga Februari 2025, kami telah menyalurkan kredit sebesar Rp237,25 miliar kepada 6.569 nasabah, yang secara signifikan mendukung pertumbuhan berbagai sektor usaha,” tutur Sutrisno, belum lama ini.

Dengan total aset mencapai Rp522 miliar, lanjut dia,  PT BPR BKK Kebumen berhasil menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, sehingga mampu menghimpun dana masyarakat sebesar Rp458 miliar. Sedangkan, dana yang telah disalurkan kembali ke masyarakat mencapai Rp386 miliar.

Sutrisno menjelaskan,  PT BPR BKK Kebumen aktif menyalurkan berbagai skema kredit untuk menopang sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Kredit Murah Pedagang Pasar (KMPP) atau dikenal sebagai KOMPAK, yang memberikan akses permodalan dengan suku bunga rendah tanpa biaya administrasi.

“Sebagai wujud nyata dukungan kami terhadap UMKM, kami memiliki program unggulan Kredit Murah Pedagang Pasar (KOMPAK), yang memberikan akses permodalan dengan bunga rendah dan tanpa biaya administrasi,” ungkapnya.

 Program kredit tanpa potongan administrasi ini, kata dia, dirancang untuk mempermudah akses modal bagi pelaku usaha kecil. Ia mencontohkan, bila nasabah  meminjam Rp5 juta, maka jumlah tersebut diterima utuh

Dorongan untuk membantu pelaku UMKM itu, menurut Sutrisno, arahan langsung dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, untuk turut serta membantu perekonomian pelaku UMKM serta petani.

Untuk itu, berbagai program kredit telah disiapkan guna memenuhi kebutuhan modal usaha mereka, di antaranya:

  1. Kredit Musiman – Ditujukan bagi petani, peternak, pedagang, dan penyedia jasa dengan jangka waktu maksimal 4 bulan.
  2. Kredit UMKM – Dengan subsidi bunga Rp350 juta, program ini telah menjangkau 892 pelaku UMKM.
  3. Kredit Pertanian – Dilengkapi subsidi bunga dari pemerintah provinsi dan dinas pertanian sebesar Rp3 miliar, yang telah membantu lebih dari 200 petani.

“Dalam program kredit pertanian, biaya permodalan ditanggung oleh PT BPR BKK Kebumen, bunganya disubsidi, dan hasil panennya dibeli oleh BUMD. Dengan demikian, risiko kredit bagi petani dapat diminimalisir,” tambah Sutrisno.

Kredit yang sudah diluncurkan PT BPR BKK kepada ribuan nasabah dari berbagai sektor tersebut, adalah :

  1. Kredit Pertanian: 1.950 nasabah dengan total penyaluran Rp34,24 miliar.
  2. Kredit UMKM: 5.580 nasabah dengan total penyaluran Rp113,57 miliar.
  3. Kredit Nelayan: 69 nasabah dengan total penyaluran Rp1,49 miliar.
  4. KOMPAK (Kredit Murah Pedagang Pasar): 20 nasabah dengan total penyaluran Rp21,65 juta.

Sutrisno menambahkan, PT BPR BKK Kebumen juga tengah mempersiapkan peluncuran program kredit khusus nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Logending. Program ini sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah.

“Dengan berbagai inisiatif ini, PT BPR BKK Kebumen semakin berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kebumen, khususnya di sektor UMKM dan pertanian,” tutup Sutrisno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *