JAKARTA – Pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dalam keterangan resminyaa, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, Layanan CKG mencakup tiga skema utama, yaitu pemeriksaan kesehatan di hari ulang tahun bagi bayi, anak, dan orang dewasa; pemeriksaan di sekolah bagi anak usia 7-17 tahun setiap tahun ajaran baru; serta pemeriksaan rutin bagi ibu hamil dan anak hingga usia 6 tahun.
Kegiatan CGK itu, kata Menkeu, didukung oleh program #UangKita di luncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025.
“APBN sebagai #UangKita hadir dukung masyarakat sehat dengan pengecekan kesehatan gratis,” terang Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (18/3).
Untuk kegiatan ini, Sri Mulyani menerangkan, Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp3,4 triliun dalam APBN 2025. Anggaran tersebut disalurkan melalui Kementerian Kesehatan sebesar Rp2,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp1,2 triliun.
Dengan dukungan anggaran ini, pemerintah berharap layanan Kesehatan dapat semakin mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Program CKG ditargetkan dapat menjangkau sekitar 140 juta masyarakat, mencakup berbagai kelompok usia. Sasaran program ini terdiri dari 2,9 juta bayi baru lahir, 13,4 juta balita dan anak prasekolah, 24,2 juta anak usia sekolah dan remaja, 85,2 juta orang dewasa, serta 16,9 juta lansia.
Hingga 6 Maret 2025, program ini telah dimanfaatkan oleh 415.211 masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di 8.885 Puskesmas di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit, sehingga kualitas hidup masyarakat Indonesia meningkat secara signifikan.