Yusman Dawolo Pengusaha Muda Asal Ibukota Siap Pulang Kampung Bangun Kota Gunungsitoli

SEPUTARBANK, JAKARTA – Pemilihan kepala Daerah (PILKADA) Kota Gunungsitoli akan diwarnai dengan kehadiran sosok Anak Muda berinisial Yusman Dawolo Pengusaha Muda yang sukses di Ibukota Jakarta.

Merintis usaha dari Nol, Yusman Dawolo yang telah memiliki beberapa usaha di Ibukota Jakarta dan berkeinginan untuk pulang kampung membangun kampung halaman pulau Nias agar menjadi sebuah daerah yang maju dan sejahtera.

Dalam wawancaranya dengan seputarbank, Yusman Dawolo menyatakan bahwa dirinya ikut dalam kontestasi sebagai bakal calon walikota Gunungsitoli merupakan bentuk bakti kepada daerah. Dia menyakini bahwa Gunungsitoli bisa lebih maju dari sekarang bila ditangani dengan manajemen yang baik oleh pemimpinya.

”Di Jakarta saya memulai usaha dari Nol. Sebagai latar belakang anak nelayan yang berada dalam garis kemiskinan bisa menunjukkan keberhasilan di Ibukota. Begitu pula dengan Gunungsitoli sebagai daerah yang belum tergali potensi alam dan sumber daya manusianya sudah saatnya menjadi salah satu kota terpandang di Indonesia,” ucapnya.

Bila melihat potensi yang dimiliki, lanjut Yusman. Kota madya Gunungsitoli memiliki berbagai sumber daya alam yang belum maksimal untuk dijadikan sebuah pusat komoditi bisnis. Hal ini dikarenakan masih minimnya jaringan manajemen pemerintahan dalam memanfaatkan komoditi alam kota Gunungsitoli sebagai kebutuhan komoditi pasar.

”Kita kekurangan jaringan dan pemasaran agar komoditi yang alam kota Gunungsitoli di lirik investor Nasional. Bila komoditi kita dijual ke pasaran Nasional atau Internasional maka harganya komoditi bisa tinggi. Dan ini menguntungkan bagi pemerintahan daerah dan masyarakat sebagai pemilik komoditi,” ungkap Yusman.

Ia pun menceritakan kesuksesan sebagai pengusaha di Jakarta bukan sekedar modal namun yang dibutuhkan adalah skill, jaringan dan strategi pemasaran yang efektif. Modal inilah yang membuat beberapa usaha yang saya miliki di Jakarta berbuah manis dengan ribuan karyawan.

”Dalam satu bulan, omset saya bisa mencapai Rp 5 miliar. Saya membuka beberapa usaha dibidang Jasa, Travel dan Property di Ibukota. Manajemen yang baik dan memiliki konektifitas merupakan hal yang sangat mendasar dalam meraih kesuksesan,” tutunya.

Bila melihat kelebihan dan kekurangan yang ada di Kota Gunungsitoli saat ini, maka perlu ada sebuah terobosan konsep pembangunan dari berbagai lini untuk mengatasi berbagai persoalan terutama kesenjangan ekonomi, pendidikan dan infrastuktur.

”Gunungsitoli bisa menjadi daerah smart city dengan potensi yang dimilikinya. Namun itu harus dilakukan dengan leadership manajemen yang mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi. Kalau sekarang ini bisa kita lihat bagaimana kota Gunungsitoli tercinta masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat ekonomi terendah di Indonesia,” tandasnya.

Rep : Ask

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *